termehek mehek
tidak terasa acara termehek mehek telah ada. pertama kali tayang akupun menyukainya dan aku rasa orang lain demikian. waktu itu aku merasa acara ini cukup revolusioner dan mendobrak kaidah acara tv saat itu. acara ala detektif dan disuguhi beragam emosi, hmm… sesuatu yang beda. beberapa kali menonton akhirnya aku sadar kalau itu hanya sekadar buatan. mungkin berdasarkan cerita asli ( sepertinya hanya karangan ) tapi scenenya dibuat sendiri
aku ngomong scenenya dibuat sendiri karena kalau kita perhatikan maka angle kamera akan terlihat sangat pas dan terdramatisir, apakah sang kameraman sudah siap di posisi itu saat kejadian. aku rasa tidak mungkin ini hanya seperti halnya film yang posisi berbagai elemennya sudah diset
terlebih terlalu pas untuk sebuah kejadian tanpa omongan " cut ". kemungkinan suatu kejadian terekam dan semuanya pas untuk satu kesatuan adalah sangat sulit. untuk membuat film tentang kehidupan sehari hari untuk pribadi saja kita pasti akan mengulangnya sampai ada scene yang pas. terlebih untuk scene yang akan ditayangkan di tv, pasti harus diulang berkali kali
pernah adikku ngomong kalau ada pemeran yang sama tapi beda peran/tugas, yang ngomong tidak hanya adikku tapi temanku. apakah orang itu terlibat lagi, aku rasa tidak. bagaimana jika orang itu hanya aktor, aku rasa iya. terlebih hampir semua orang akan enggan jika masalah dalam kehidupannya dijual dan dipublikasikan ( biasanya masalah serius banget. kalau aku sih tidak mau )
aku punya 2 teori yang kupikirkan tentang acara ini. pertama adalah cerita ini berdasarkan kejadian nyata, sudah ditelusuri ala detektif, tapi scenenya dibuat sendiri dengan aktor sendiri ( nama samaran mungkin agar tetap privasi ). kalau teori pertama benar harusnya ada semacam " based on the true story " ( bahasa inggris jelek sudah ngaya,he he ). teori kedua adalah acara ini sepenuhnya buatan berdasarkan kisah karangan. jika teori kedua ini benar maka ada semacam " cerita ini fiktif semata, jika ada kesamaan…bla…bla ".
hmm… aku sih condong ke teori kedua karena emosi yang ada ( di aktor mending, kalau di pembawa acara ? ) terlalu didramatisir. kalau mau membuat acara dengan teori kedua, maka akan lebih baik jika dibuat format film seri dengan tema detektif seperti supernatural ( gaibnya tidak ikut dong, realigi bisa dibuat kayak supernatural sih ), dll
0 Komentar (termehek mehek)
Posting Komentar
kalau komentar jangan spam, sara, link porno, dan hal hal tidak etis lainnya
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda